DIY: Build Your Own Smart TV Android Box

Have you planned to buy new smart TV? I think you might stop your planning and build your own. You could turn your HDMI-enabled TV into a great Android powered smart TV. Yes, spend only $19 on Pine A64+ 1GB model or $29 on Pine A64+ 2GB model, it’d be your next DIY project right? ?

Pine 64 Android Smart TV

What you need to build it?

  • 1GB/2GB Pine A64+ Board
  • A quality 8GB micro SD card (32GB / 64GB recommended) rated ‘class 10’ or better
  • Ethernet cable (Bluetooth/Wifi module for $9.99 sold separately if you need wireless connectivity)
  • HDMI Cable (or HDMI to VGA adapter if you want to run on PC monitor)
  • A micro USB 5V power adapter
  • The input devices such as keyboard and mouse (you might use air mouse keyboard)
  • Pine64 Enclosure

Continue reading DIY: Build Your Own Smart TV Android Box

Single Board Computer with Pine64

A couple of months, I played with single board computer named Pine64. It is not only a computer, it is a super affordable 64-bit high performance expandable single board computer (SBC). The world’s first 64-bit expandable Quad Core 1.2Ghz supercomputer, tablet, media center, and more.

Continue reading Single Board Computer with Pine64

Strategi dan Solusi Ritel dengan IoT Intel, A Retail Conference 2016

Retail comes alive

Intel Indonesia menyelenggarakan Konferensi Retail di mana teknologi dan solusi dipertemukan oleh permintaan pasar ritel yang pesat. Transformasi digital membuat para peritel butuh untuk mempelajari kemampuan baru, merangkul teknologi baru, dan mengambil resiko besar. Acara yang telah diselenggarakan pada tanggal 15 November 2016 di Pullman Jakarta Central Park diikuti oleh pelaku industri ritel, partner Intel, system integrator, dan end user.

Intel IoT - Four Big Ideas by Rajnish Maini

Dalam acara tersebut, beberapa keynote disampaikan oleh Rajnish Maini dan Kim Cheol dari Intel, Roy Mande dari Aprindo (Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia), dan beberapa Partner Intel. Dalam keynotenya, Rajnish Maini dan Kim Cheol dari Intel menyampaikan tentang solusi Internet of Things (IoT) dari Intel untuk menghadapai berbagai permasalahan dan tantangan retail. Sedangkan perwakilan Aprindo menyampaikan kondisi retail yang ada di Indonesia.

Continue reading Strategi dan Solusi Ritel dengan IoT Intel, A Retail Conference 2016

Will There Be A New Race on The New Digital Age? ?

I became reviewer of the “The New Digital Age” book at IPDN’s Campus, Cilandak – South Jakarta in Aug. 30 2015. The Bahasa Indonesia edition book that has been bought and was introducing in the Komunitas Belajar Bengkel Kreasi‘s event. There are many chapters including the future of identity, the future of states, the future of revolution and so on, but I had not completed yet reading the all chapters, only brought the chapters of “Our Future Selves (Pribadi Masa Depan Kita)” and “The Future of Identity, Citizenship and Reporting (Masa Depan Identitas, Kewarganegaraan dan Berita)” into the event.

“We could see the book cover, many hands of children of various races, but looking at the different one,” very first I said when had be showing off the cover book to the community, and yes, there was a robot hand beside the children. So what did mean? Will there be a new race on the new digital age?

Eric Schimdt, one of  the book authors, now as the executive chairman of Alphabet Inc (formerly named Google), reported on the TNW’s posting:  Eric Schimdt knows his human-beating AI could steal your job – and he’s OK with that. The another hot issue in this week is Microsoft AI chatbot that has “learned” to be a genocidal racist. However, while the future is uncertain, a particular disruptive robotic invention will get better within the sectors of education, energy, health and cities.

When I made the discussion or the conversation, I always remind that if you think ? about technology, you should think about human not machine, because technology is just a tool.

Photo Credit: @smartparentsTIC

Listrik, Air dan RT Siaga

“Udah lapor ke 123 (nomor pengaduan PLN –red),” tanyaku.
“Udah, baru aja selesai (pengaduannya –red),” jawab Bu RT.
“Bagus, itu namanya RT Siaga,” candaku, kami tertawa renyah.

Listrik itu bukan hanya masalah gelap di malam hari, bukan masalah charging HP atau Laptop atau menonton TV, tapi masalah yang lebih mendasar lagi, yaitu air.

Ya, mungkin sewaktu kecil, masih ada sumur timba atau pompa manual, tapi kini daerahku sudah menjadi sebuah kota di mana mengambil air tanah harus dengan pompa listrik. Ketika listrik padam, kami harus menunggu listrik menyala untuk kebutuhan air. Alhasil, rutinitas pagi terganggu karena kelangkaan air, kami harus mandi, tumpukan piring harus dicuci untuk makan, buang air besar juga harus pikir-pikir karena cadangan air di kamar mandi terbatas, atau singkatnya kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) jadi terganggu.

Singkat cerita, sejak selepas waktu maghrib listrik sudah padam setengah, dan akhirnya padam total malamnya hingga kini (sampai tulisan ini dibuat – 28 Mei 2018 10:06). Akhirnya aku kontak ke nomor 123 untuk pengaduan PLN dan berbincang dengan Bu RT perihal itu.

Dari situ terlihat bahwa ketergantungan akan energi sangat tinggi, dalam hal ini energi listrik, terutama di daerah urban di mana aku tinggal. Karena semua itu menyangkut kebutuhan hidup orang banyak, bukan hanya sekedar hemat energi, tapi pengelolaan sumber daya yang baik. ⚡??

Indahnya Hari Minggu, Belajar Blog Bersama

Mau posting (tulisan) apa? Saya tidak punya ide!

Indahnya hari minggu, begitulah judul tulisan yang diajukan peserta pada belajar bersama nge-blog di Komunitas Belajar Bengkel Kreasi LM-PSDM Titian Insan Cemerlang di Kampus IPDN Cilandak. Saat itu saya dipercaya untuk menjadi narasumber untuk mengisi materi Blog dan WordPress yang digunakan sebagai tools untuk blogging.

IMG_20150121_002935

Untuk apa Blog?

Dari sekian diskusi yang berlangsung, pertanyaan tersebut yang paling menarik. Mungkin delapan tahun kebelakang blog ramai digunakan, semua orang ramai-ramai membuat blog, tapi sekarang?

Posting di Facebook atau Twitter, itu salah satu jenis blog yang disebut microblogging. Suka streaming Youtube atau Vine? Itu termasuk video blog (vlog). Seberapa sering kita mengambil foto kemudian di post ke Instagram atau Path? Konten yang di-post ke berbagai aplikasi tersebut ditampilkan secara kronologi terbalik (atau sering dinamakan timeline), itulah definisi umum tentang Blog.

Pengaplikasian semakin kreatif, itulah yang membuat Blog mempunyai bentuk konten semakin beragam. Sebuah masukan menarik untuk saya mengembangkan sebuah produk yang harus kreatif 🙂

Bumi itu.. Bulat dan Berputar

“The time is likely to show 12:40+00:00”

Aku bertanya kepada seorang klien di London tentang zona waktu di Inggris, demikianlah jawaban yang diberikan klien tersebut ketika aku bertanya maksud dari “+01:00”. Selama musim panas, waktu di Inggris menggunakan BST (British Summer Time) di mana jam diset sejam lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Time). Artinya ketika waktu setempat menunjukkan jam 12:40, sebenarnya waktu GMT adalah 11:40. “The current UK time is GMT+1 because it is BST (British Summer Time),” demikian tutur si klien.

Continue reading Bumi itu.. Bulat dan Berputar

Tunggu Aku di Kota itu

“Tiket habis, mas!”

Jangan harap mendapatkan tiket KA Pangrango tujuan Sukabumi di loket pemesanan pada hari Sabtu, karena tiket sudah habis di semua jam keberangkatan. Begitu pula sebaliknya, jangan berharap mendapatkan tiket ke Bogor, jika memesan pada hari Minggu, karena orang-orang menghabiskan tiket KA tujuan Bogor, atau mungkin tujuan Jakarta.

Tapi tidak untuk hari-hari kerja dari Senin – Jum’at, karena aku pulang hari Senin, membeli tiket di hari yang sama, dan masih terdapat bangku kosong di dalam kereta. Itulah pengalamanku pertama kali naik KA Pangrango Bogor – Sukabumi akhir tahun lalu, setelah KA tujuan Sukabumi resmi dibuka kembali beberapa bulan sebelumnya.

Photo0190

“Ngamen lah di sana!”

Cerca salah seorang penumpang kereta kesal. Bayangkan, itu kereta terakhir ke Jakarta, penuh sesak dengan penumpang, jangan heran ibu-ibu bawa balita berdiri berdesak-desakan beserta tangisan, tanpa pegangan seperti KRL, bahkan dengan pemandanan atap hampir roboh (dan aku berfikir suatu saat atap itu akan roboh), dan sekonyong-konyong sesesak itu pengamen membawakan lagu di dalamnya. Terang saja semua penumpang kesal, teriakan itu terjadi ketika berhenti di salah satu stasiun di Tangerang, di mana berhenti pula KRL pada peron sebelah, dan menyinyir pengamen tersebut untuk pergi dan jangan mengamen di tempat yang salah.

Photo0107

Kalau tidak salah tahun, itulah pengalamanku pada 2006, saat naik kereta ekonomi keberangkatan terakhir dari stasiun Rangkasbitung – Lebak menuju Jakarta hari Minggu. Tapi kini beda, lebih nyaman dengan beberapa keberangkan pagi dan sore, duduk dengan nyaman di kereta ber-AC. Meski masih ada kereta ekonomi lebih sering lalu-lalang, masih ada opsi untuk nyaman di dalam kereta.

Betapa besar urbanisasi terjadi di Ibukota dan daerah penopangnya. Itu terlihat pula pada kereta Commuter Line. Jangankan berdiri, bisa napas saja sudah bersyukur ketika menaiki kereta tersebut pada jam-jam berangkat dan pulang kerja. Dan dengar cerita, saking penuh penumpang berdesak-desakan di dalam, kaca pintu kereta sampai terlepas pada kereta tujuan Bogor, tujuan paling padat di kereta CL.

Photo0110