Layakkah Aku Nyaman di Bekasi?

Umpama aku seorang pendatang, mencari uang di Bekasi, ada gaji yang aku terima setiap bulan. Tapi maaf aku tidak cuman menumpang hidup. Bayangkan perjuanganku berangkat sebelum matahari terbit, dan pulang ketika sudah terbenam. Bukan hanya itu, aku bayar sewa kontrak rumah, listrik aku tanggung, belanja pun di tempat aku tinggal. Aku yakin si ibu pemilik kontrakan membayar PBB setiap tahun, aku pun membayar listrik plus pajaknya setiap bulan, dan aku yakin ada pajak yang aku keluarkan ketika belanja di minimarket terdekat.

Ke mana larinya pajak-pajak dan penghasilan daerah tersebut? Tentu buat pembangunan daerah bukan? Dan aku pun bekerja di perusahaan di Bekasi, yang dikenal sebagai wilayah Industri di Indonesia. Tentu perusahaan tersebut berkontribusi dalam pendapatan daerah, dan aku yang ada di dalamnya mempunyai effort untuk perusahaan.

“Lantas, boleh aku nyaman di Bekasi?”

Kenapa aku tidak boleh mengeluh saat jalanan rusak, panasnya ketika siang, macet di mana-mana, atau miris melihat fasilitas umum tak layak. Biarpun kontribusiku sedikit, jika semua teman-teman aku yang lainya di Bekasi, sama seperti aku ikut berkontribusi pula dikumpulkan, aku yakin jumlahnya tidak sedikit.

Tidak ada aku yang berasal dari sana, kamu yang berasal dari sini. Selama kita menetap dan beradu nasib di daerah yang sama, kita sama-sama berkontribusi untuk kemajuan Bekasi.

Sumber gambar: Google Maps

Menatap Jendela Dunia

Jika buku kau anggap jendela dunia,
dan membaca adalah kuncinya,
mengapa tak kau cari pintu,
membuka dan masuk ke dunia sesungguhnya.

Bukankah terbang itu menyenangkan,
seperti buaian kecilku dulu,
orang-orang tua dan guru-guru mengatakan:
gantungkan cita-cita setinggi langit.

mesjid-agung-bandung

Bukankah lebih menyenangkan mengelilingi di setiap detil jalan-jalan kota, ketimbang hanya menatap dari balik jendela menara Masjid Raya Bandung? 😉

Kini aku begitu lepas tuk terbang lebih tinggi,
tapi jangan bablas hingga tinggalkan merpati.

Kepakkan sayap bersama tuk terbang tinggi dan lebih tinggi,
jika hilap, merpati ingatkan betapa harumnya melati 🙂

View on Path

Ada revisi pada tulisan “Data, Informasi dan Aktivitas Bisnis” di bagian “Database dan Sistem Database” dan “Kesimpulan”. Aku menulis tepat awal tahun 2013 dan menjadi tulisan pertama di blog saunghanan.dauntal.com, dan vakum sekian lama dari kegiatan “oret-oret” tulisan 😀
Teman-teman bisa lihat di http://wp.me/p37ldY-c, mudah-mudahan menambah wawasan baru tentang database beserta kegunaannya 🙂

View on Path

Saya sekarang adalah akumulasi masa lalu. Demikian pernyataan Chairil Tanjung, seorang konglomerat Indonesia, dalam pernyataan saat wawancara di acara Mata Najwa kemaarin, yang juga dikutip dari buku beliau. Sesuai denganku yang sekarang, setidaknya untuk saat ini.
Karena yang aku tahu adalah yang pernah terjadi, yang akan terjadi menjadi usaha, harapan dan apapun hasilnya akan menjadi hasil yang terbaik.
It’s my path, and the first post on path 🙂 – at Bekasi Timur

View on Path

Sehabis Hujan, Anak-anak Bermain di Kebun Raya Cibodas

Di mana pun, anak-anak identik dengan bermain. Sama pula ketika aku berkunjung ke Kebun Raya Cibodas. Saat itu, setelah hujan reda, di taman dekat salah satu guest house yang ada di sana, anak-anak dengan riangnya bermain-main. Bermain bola, becek-becekan atau yg sekedar jalan-jalan di taman.
Continue reading Sehabis Hujan, Anak-anak Bermain di Kebun Raya Cibodas