TechTalk Fintech (Financial Technology): Soal Regulasi dan Inklusifitas Keuangan

Financial technology adalah hal baru di Indonesia,

Kini pengguna Internet di Indonesia mencapai 88 juta atau 34 persen dari total penduduk, yang artinya peluang fintech di Indonesia sangat besar. Demikian pernyataan Ilham Habibie dalam acara rutin TechTalk di Habibie Center pada 16 Juni 2017. Acara TechTalk yang dibarengi dengan buka puasa bersama di bulan Ramadan itu mengangkat tema: “Financial Technology: Soal Regulasi dan Inklusifitas Keuangan”.

Literasi finansial yang dibahas bertujuan untuk meningkatkan inklusifitas keuangan, salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi atau layanan financial technology (fintech). Selain itu fintech juga diharapkan mendorong penggunaan alat pembayaran nontunai, menjembatani kebutuhan dan menggerakkan UMKM sekaligus mendorong inklusifitas keuangan.

Continue reading TechTalk Fintech (Financial Technology): Soal Regulasi dan Inklusifitas Keuangan

DIY: Build Your Own Smart TV Android Box

Have you planned to buy new smart TV? I think you might stop your planning and build your own. You could turn your HDMI-enabled TV into a great Android powered smart TV. Yes, spend only $19 on Pine A64+ 1GB model or $29 on Pine A64+ 2GB model, it’d be your next DIY project right? ?

Pine 64 Android Smart TV

What you need to build it?

  • 1GB/2GB Pine A64+ Board
  • A quality 8GB micro SD card (32GB / 64GB recommended) rated ‘class 10’ or better
  • Ethernet cable (Bluetooth/Wifi module for $9.99 sold separately if you need wireless connectivity)
  • HDMI Cable (or HDMI to VGA adapter if you want to run on PC monitor)
  • A micro USB 5V power adapter
  • The input devices such as keyboard and mouse (you might use air mouse keyboard)
  • Pine64 Enclosure

Continue reading DIY: Build Your Own Smart TV Android Box

Single Board Computer with Pine64

A couple of months, I played with single board computer named Pine64. It is not only a computer, it is a super affordable 64-bit high performance expandable single board computer (SBC). The world’s first 64-bit expandable Quad Core 1.2Ghz supercomputer, tablet, media center, and more.

Continue reading Single Board Computer with Pine64

Strategi dan Solusi Ritel dengan IoT Intel, A Retail Conference 2016

Retail comes alive

Intel Indonesia menyelenggarakan Konferensi Retail di mana teknologi dan solusi dipertemukan oleh permintaan pasar ritel yang pesat. Transformasi digital membuat para peritel butuh untuk mempelajari kemampuan baru, merangkul teknologi baru, dan mengambil resiko besar. Acara yang telah diselenggarakan pada tanggal 15 November 2016 di Pullman Jakarta Central Park diikuti oleh pelaku industri ritel, partner Intel, system integrator, dan end user.

Intel IoT - Four Big Ideas by Rajnish Maini

Dalam acara tersebut, beberapa keynote disampaikan oleh Rajnish Maini dan Kim Cheol dari Intel, Roy Mande dari Aprindo (Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia), dan beberapa Partner Intel. Dalam keynotenya, Rajnish Maini dan Kim Cheol dari Intel menyampaikan tentang solusi Internet of Things (IoT) dari Intel untuk menghadapai berbagai permasalahan dan tantangan retail. Sedangkan perwakilan Aprindo menyampaikan kondisi retail yang ada di Indonesia.

Continue reading Strategi dan Solusi Ritel dengan IoT Intel, A Retail Conference 2016

Will There Be A New Race on The New Digital Age? ?

I became reviewer of the “The New Digital Age” book at IPDN’s Campus, Cilandak – South Jakarta in Aug. 30 2015. The Bahasa Indonesia edition book that has been bought and was introducing in the Komunitas Belajar Bengkel Kreasi‘s event. There are many chapters including the future of identity, the future of states, the future of revolution and so on, but I had not completed yet reading the all chapters, only brought the chapters of “Our Future Selves (Pribadi Masa Depan Kita)” and “The Future of Identity, Citizenship and Reporting (Masa Depan Identitas, Kewarganegaraan dan Berita)” into the event.

“We could see the book cover, many hands of children of various races, but looking at the different one,” very first I said when had be showing off the cover book to the community, and yes, there was a robot hand beside the children. So what did mean? Will there be a new race on the new digital age?

Eric Schimdt, one of  the book authors, now as the executive chairman of Alphabet Inc (formerly named Google), reported on the TNW’s posting:  Eric Schimdt knows his human-beating AI could steal your job – and he’s OK with that. The another hot issue in this week is Microsoft AI chatbot that has “learned” to be a genocidal racist. However, while the future is uncertain, a particular disruptive robotic invention will get better within the sectors of education, energy, health and cities.

When I made the discussion or the conversation, I always remind that if you think ? about technology, you should think about human not machine, because technology is just a tool.

Photo Credit: @smartparentsTIC

Mengenal Komputasi Awan / Cloud Computing Secara Sederhana ☁

Coba deh kamu nge-tweet ? pakai app Twitter di smartphone ?, lalu buka komputer desktop / laptop ?, pasti tweet-an yang sama akan muncul baik di smartphone atau komputer desktop. Kenapa itu bisa terjadi? Karena tweet-an kamu tersimpan di Awan / Cloud ☁.

tweet-smartphone

Selain terjadi proses komputasi di smartphone, selama proses penyimpanan tersebut, terjadi pula komputasi melalui Internet, dalam contoh ini proses tersebut dilakukan oleh layanan Twitter.

tweet-desktop

Lalu Kenapa Disebut “Awan / Cloud”?

Continue reading Mengenal Komputasi Awan / Cloud Computing Secara Sederhana ☁

Konsumerisme dan Permasalahan Orangtua di “Era Instan”

Sehabis bangun tidur, smartphone yang pertama kali dilihat anak. Di meja makan, jemari anak masih saja asyik memainkan gadget. Berangkat sekolah atau sambil menunggu angkutan umum, mata anak tidak lepas dari layar smartphone, bahkan sampai menjelang tidur. Tidak sadarkah bahwa itu adalah prilaku konsumtif?

“Mengapa anak-anak zaman dulu, ketika diberi tahu orangtua lebih menurut dari pada anak zaman sekarang?”

Begitulah pertanyaan yang diajukan pembicara kepada peserta Smart Parents Class yang diadakan oleh Smart Parents Titian Insan Cemerlang pada hari minggu kemarin.

Sekarang adalah “Era Instan”, semua serba instan. Ketika dahulu orangtua harus berusaha keras dalam melakukan sesuatu; katakanlah bersekolah dengan jarak tempuh sangat jauh dan harus berjalan kaki, kini semua dilakukan dengan mudahnya dengan kendaraan. Tidak menghargai proses, itulah yang kebanyakan terjadi pada anak zaman sekarang.

Kembali ke belakang, saya pertama kali mencoba melakukan pengaplikasian teknologi 4G pada tahun 2005 di perusahaan lama, dan sekarang-sekarang inilah teknologi itu banyak dipakai (secara massive –red). Sekarang Jepang dan negara-negara maju sudah mulai melakukan uji coba teknologi 5G.

Aku mencoba menjabarkan pengalamanku selama bekerja di bidang IT ketika ditanya teknologi apa yang akan terjadi 20 tahun ke depan. Semua ada proses, teknologi yang terjadi sekarang adalah proses pengembangan yang telah dilakukan jauh-jauh hari.

Ketika dikaitkan dengan prilaku anak dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, mereka sebenarnya melakukan konsumsi produk teknologi. Chatting, update status di sosial media, streaming video dan aktifitas lainnya, ke semua itu adalah prilaku mengkonsumsi produk-produk teknologi. Bayangkan jika prilaku tersebut dilakukan secara berlebihan, konsumerisme menjangkit anak-anak di negeri ini.

smart-parents-class

Ketika anak dilahirkan untuk zamannya, pentingnya orangtua memiliki visi yang jelas dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya, sehingga tidak terjebak pada pesatnya kemajuan teknologi.

Dari semua materi yang disampaikan pada Acara Smart Parents Class kemarin, penekanan utama terletak pada pentingnya menjadi orangtua visioner. “Anak-anak visioner terbentuk dari orangtua-orangtua visioner”.

Pictures from:

Listrik, Air dan RT Siaga

“Udah lapor ke 123 (nomor pengaduan PLN –red),” tanyaku.
“Udah, baru aja selesai (pengaduannya –red),” jawab Bu RT.
“Bagus, itu namanya RT Siaga,” candaku, kami tertawa renyah.

Listrik itu bukan hanya masalah gelap di malam hari, bukan masalah charging HP atau Laptop atau menonton TV, tapi masalah yang lebih mendasar lagi, yaitu air.

Ya, mungkin sewaktu kecil, masih ada sumur timba atau pompa manual, tapi kini daerahku sudah menjadi sebuah kota di mana mengambil air tanah harus dengan pompa listrik. Ketika listrik padam, kami harus menunggu listrik menyala untuk kebutuhan air. Alhasil, rutinitas pagi terganggu karena kelangkaan air, kami harus mandi, tumpukan piring harus dicuci untuk makan, buang air besar juga harus pikir-pikir karena cadangan air di kamar mandi terbatas, atau singkatnya kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) jadi terganggu.

Singkat cerita, sejak selepas waktu maghrib listrik sudah padam setengah, dan akhirnya padam total malamnya hingga kini (sampai tulisan ini dibuat – 28 Mei 2018 10:06). Akhirnya aku kontak ke nomor 123 untuk pengaduan PLN dan berbincang dengan Bu RT perihal itu.

Dari situ terlihat bahwa ketergantungan akan energi sangat tinggi, dalam hal ini energi listrik, terutama di daerah urban di mana aku tinggal. Karena semua itu menyangkut kebutuhan hidup orang banyak, bukan hanya sekedar hemat energi, tapi pengelolaan sumber daya yang baik. ⚡??

Let’s Be Smart, Teachers! What’s Our Commitment to the Students?

“Pagiku cerahku, matahari bersinar. Ku gendong tas merahku, di pundak. Slamat pagi semua, ku nantikan dirimu. Di depan kelasku, menantikan kami..” Begitulah sepenggalan kalimat dari lirik “Terima Kasih Guruku” dari AFI Junior.

Di pagi yang cerah, guru-guru PAUD Kecamatan Parung yang luar biasa berkumpul di tempat yang indah, gazebo di tengah-tengah danau Taman Universitas Terbuka Pondok Cabe. Dengan tim yang hebat, acara diselenggarakan oleh Komunitas Pelangi serta didukung oleh Dinas Pendidikan Kecamatan Parung dan materi disampaikan oleh Smart Parents Titian Insan Cemerlang, menjadikan Training Guru Cerdas “Pembelajaran yang Patut dan Menyenangkan” menjadi begitu mengesankan bagi para peserta. “Beda dari yang lain,” begitulah kesan yang disampaikan oleh salah satu peserta tentang pelatihan kali ini.

Continue reading Let’s Be Smart, Teachers! What’s Our Commitment to the Students?